Diberdayakan oleh Blogger.

Sabtu, 21 April 2012

Bawang merah


Tanaman bawang merah termasuk tanaman semusim berbentuk rumpun dan tumbuh tegak yang termasuk kedalam famili Liliaceae. Klasifikasi tanaman bawang merah dalam Hendro Sunarjono dan Prasodjo Soedomo (1983) adalah sebagai berikut :
          Divisio       :    Spermatophyta
          Subdivisio  :    Angiospemae
          Kelas         :    Monocotyledoneae
          Famili         :    Liliaceae
          Genus        :    Allium
          Spesies      :    Allium ascalonicum L.
         Tanaman bawang merah diduga berasal dari daerah Asia Tengah yaitu sekitar India, Pakistan sampai Palestina.  Pada abad VIII menyebar ke Eropa, kemudian dari Eropa menyebar ke Amerika, Asia Timur dan Asia Tenggara. Penyebaran ini berhubungan dengan perburuan rempah-rempah oleh orang Eropa ke wilayah Timur Jauh dan masuk ke Indonesia bersamaan dengan penjajahan Belanda (Singgih Wibowo, 1990).
         Tanaman bawang merah merupakan tanaman semusim, berumbi lapis, berakar serabut dan daun berbentuk silindris dengan pangkal daun yang berubah bentuk dan fungsinya, yaitu membentuk umbi lapis (Departemen Pertanian, 1983).
         Daun bawang merah hanya mempunyai satu permukaan, berbentuk bulat kecil, memanjang dan berlubang. Bagian ujung daun bawang merah meruncing dan bagian bawahnya melebar seperti kelopak dan membengkak. Kelopak daun sebelah luar selalu melingkar menutupi daun yang ada didalamnya.
         Bunga tanaman bawang merah termasuk bunga majemuk dan berbentuk tandan, yang bertangkai 50 sampai 200 kuntum bunga. Pada ujung dan pangkal tangkai mengecil sedangkan di bagian tengah menggembung. Bunga bawang merah merupakan bunga sempurna yang tiap bunganya terdiri dari lima sampai enam benangsari dan satu buah putik dengan daun bunga yang berwarna putih. Bakal buah duduk di atas membentuk bangun segitiga hingga nampak seperti kubah. Menurut Gembong Tjitrosoepomo (1988), bunga dari suku Liliaceae kebanyakan merupakan bunga banci (alomorf).
         Tanaman bawang merah merupakan tanaman semusim yang jarang diperbanyak dengan biji melainkan dengan umbinya (bulbus) (Soetomo Soedirdjoatmodjo, 1987). Menurut Estu Rahayu dan Nur Berlian (1994), pangkal batang umbi membentuk cakram yang merupakan batang pokok yang tidak sempurna (rudimenter). Dari bagian bawah cakram tumbuh akar-akar serabut dan di bagian atasnya yaitu diantara kelopak-kelopak daun yang membengkak terdapat mata tunas yang dapat tumbuh menjadi tanaman baru. Tunas ini dinamakan tunas lateral. Tunas inilah yang akan membentuk umbi lapis tempat menyimpan fotosintat Hendro Sunarjono dan Prasodjo Soedomo (1983).
         Singgih Wibowo (1990) menyatakan, bahwa bawang merah yang ditanam di Indonesia berdasarkan warna kulitnya dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok, yaitu : (1) kelompok yang umbinya berwarna merah tua, seperti kultivar Medan, Gugur, Maja dan Sri Sakate, (2) kelompok yang umbinya berwarna kuning muda pucat, seperti kultivar Sumenep, dan (3) kelompok yang umbinya berwarna kekuning-kuningan sampai merah muda seperti kultivar Kuning, Lampung, Bima, dan Ampenan. 
Daftar Pustaka :
  1. Departemen Pertanian. 1983. Pedoman Bercocok Tanam Padi, Palawija dan Sayur-sayuran. Satuan Pengendali Bimas. Jakarta.
  2. Estu Rahayu dan Nur Berlian, V.A. 1994. Bawang Merah. Penebar Swadaya. Jakarta.
  3. Gembong Tjitrosoepomo. 1988. Taksonomi Tumbuhan. Gajah Mada Press. Yogyakarta.
  4. Hendro Sunarjono dan Prasodjo Soedomo. 1983. Budidaya Bawang Merah. Sinar Baru. Bandung.
  5. Singgih Wibowo. 1990. Budidaya Bawang Putih, Bawang Merah dan Bawang Bombay. Penebar Swadaya. Jakarta.


1 komentar:

terima kasih atas impormasinya ya cantik

Poskan Komentar